News & Publication Press Release Diskusi Publik Perempuan, Pengungsi dan Kekerasan Berbasis Gender

Press Release Diskusi Publik Perempuan, Pengungsi dan Kekerasan Berbasis Gender

Posted By Sandya Institute On Monday, 6 August 2018

Pada tanggal 05 Desember 2018, Sandya Institute bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengadakan disksusi publik dengan topik “ Perempuan, Pengungsi dan Kekerasan Seksual ” acara ini diadakan dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HaktP) yang merupakan bagian dari kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia

Acara ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pemahaman terhadap isu kekerasan berbasis gender di kalangan pengungsi internasional (refugee), pengungsi internal (internally displaced persons) dan orang-orang tanpa kewarganegaraan (stateless persons). Hal ini dikarenakan permasalahan kekerasan berbasis gender yang mereka alami masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, dengan status mereka tersebut, mereka menjadi sangat rentan terhadap praktik kekerasan berbasis gender, hal ini harus ditangani oleh para pemangku kepentingan secara lebih komprehensif.

Diskusi publik ini dimulai dengan pemaparan dari Dr. Adriana Venny Aryani, Komisioner Komnas Perempuan yang menjelaskan mengenai sejarah Komnas Perempuan, HaktP, konsep kekerasan berbasis gender dan instrumen hukumnya, serta temuan Komnas Perempuan mengenai kekerasan berbasis gender yang dialami pengungsi dan kelompok rentan. Pemaparan materi dilanjutkan oleh Ratih Widiarti, Perwakilan dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia yang menjelaskan mengenai mandat dari UNHCR dalam menangani permasalahan kepengungsian dan upaya UNHCR dalam menangani permasalahan kekerasan berbasis gender yang dialami oleh pengungsi internasional di Indonesia. Diovio Alfath, perwakilan dari Sandya Institute memaparkan materi terkait dengan peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam membantu mengurangi beban pengungsi dan perlindungannya dari kekerasan berbasis gender. Pembicara terakhir dari panelis diskusi publik ini adalah Waheeda yang merupakan pengungsi Afganistan dari Sunrise Refugee Learning Center, beliau menjelaskan mengenai perspektifnya sebagai pengungsi terhadap permasalahan kekerasan berbasis gender yang dialami oleh pengungsi.

Public Relations Team

Sandya Institute

pr@sandya-institute.org